• Al-Amjad

Seminar Edukasi: Pencegahan dan Penanganan LGBT

Perilaku penyimpangan seksual seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender yang kini kerap disebut LGBT merupakan perilaku penyimpangan yang dipicu beberapa faktor. Pada Senin, 19 September 2022 di masjid Al-Amjad telah hadir seorang psikolog yaitu Ibu Hanifa Laura Dalimunthe, M.Psi di tengah-tengah siswa SMP Al-Amjad untuk membahas lebih lanjut tentang maraknya kaum LGBT dewasa ini. Keberadaan kaum LGBT di Indonesia masih menjadi kontroversi di negara yang mayoritas muslim serta menjunjung nilai moral yang tinggi.



Keberadaan kaum LGBT di Indonesia masih menjadi kontroversi di negara yang mayoritas muslim serta menjunjung nilai moral yang tinggi. Pasalnya kaum Sodom ini tak hanya menentang nilai Pancasila, tetapi secara terang-terangan melakukan maksiat yang tertuang di QS Al-A’raf:80 tentang perbuatan hina yang dimurkai Allah. Pelaku LGBT kini tak lagi sungkan menunjukkan jati dirinya. Terlebih lagi saat ini mudahnya sebuah konten menjadi viral dan menjadi tontonan masyarakat khususnya remaja.


Pada seminar ini, Psikolog Hanifa Laura mengatakan bahwa remaja merupakan peralihan dari anak-anak menuju dewasa, masih dalam pencarian jati diri yang harus didampingi agar jalannya tepat sesuai koridor norma dan agama. Kelompok LGBT merupakan minoritas di negara ini, hal yang harus menjadi perhatian apabila remaja-remaja yang tidak punya kecenderungan penyimpangan seksual, tetapi karena beberapa faktor salah satunya faktor lingkungan dan sosial, bisa saja menjadi menyimpang dan ini harus diwaspadai agar tidak terjadi di lingkungan kita khususnya di lingkungan Perguruan Al-Amjad.


“Ketika manusia lahir, dalam hereditasnya mungkin ada beberapa yang diberikan gen wanita berlebih pada lelaki dan sebaliknya. Tapi gen ini tak langsung membuat seseorang menjadi kaum LGBT jika tidak dipicu oleh beberapa faktor. Di otak kita, saraf kita mampu mengimitasi sesuatu dengan cepat, maka sebaiknya tontonan, bacaan, candaan, dan tayangan tentang LGBT dijauhkan agar otak tak perlu memroses hal-hal negatif tersebut.” ujar Hanifa Laura.


Beberapa faktor yang menyebabkan menyimpangnya orientasi seksual seseorang yaitu faktor biologis, faktor sosial (lingkungan), faktor kesan, dan faktor tayangan. Hanifa Laura menekankan pada faktor kesan, yaitu adanya figur tertentu yang diidolakan sehingga muncul rasa suka sesama jenis dan juga jika seseorang memiliki luka masa lalu pada lawan jenis yang berdampak hingga kini. Psikolog pun mencontohkan jika ada seorang anak yang figur lelaki di dalam hidupnya memiliki kesan buruk, akan megakibatkan seseorang ini akan menganggap hanya sosok sesama jenis saja yang baik di matanya.


Peran orang tua dan guru dalam mendampingi masa remaja melewati masa pubertasnya adalah hal penting yang perlu diperhatikan. Sebab perilaku penyimpangan seksual ini tak hanya menentang norma dan agama, juga dapat merusak mental seseorang, mengurangi populasi, dan menularnya penyakit seksual. Psikolog Hanifa Laura berpesan dalam pencegahan LGBT ini dapat dilakukan dengan cara mendekatkan diri dengan Allah, belajar mengenai kesehatan reproduksi, berhati-hati dalam bergaul, menjaga diri dari perbuatan maksiat, dan mengekspresikan bakat. Semoga generasi ini menjadi generasi rahmatan lil ‘alamiin yang jauh dari perbuatan yang dimurkai Allah. (ptr)