top of page

Sains yang Dialami, Bukan Sekadar Dibaca: 12 Praktikum dari Kelas 1 hingga Kelas 12

Writer: Al-Amjad
Al-Amjad
Sep 25
3 min read

Di Perguruan Islam Al-Amjad, sains tidak berhenti di halaman buku. Sepanjang semester ini, siswa dari Kelas 1 hingga Kelas 12 masuk ke laboratorium, memegang alat dan bahannya sendiri, lalu melihat langsung bagaimana konsep yang mereka pelajari bekerja di dunia nyata. Dua belas praktikum tersebut kini dirangkum dalam Majalah Al-Amjad edisi Oktober 2026, bertajuk "Sains yang Dialami".


Setiap kisah di dalamnya berawal dari laporan kegiatan yang disusun oleh guru pelaksana, lalu ditata ulang agar mudah dibaca dan dibagikan kepada seluruh warga sekolah. Yang paling menonjol dari rangkaian kegiatan ini adalah kesinambungannya. Setiap jenjang membangun di atas jenjang sebelumnya, sehingga dua belas praktikum ini terasa sebagai satu jalur belajar sains yang utuh.


Sekolah Dasar: Belajar dengan Tangan


Di Kelas 1, sains hadir sebagai pengalaman yang menyenangkan. Siswa mempertemukan cuka dan baking soda, lalu menyaksikan balon mengembang dengan sendirinya karena gas karbon dioksida, sebelum membentuknya menjadi ikan buntal kecil. Kelas 2 merakit model balon udara dari balon dan gelas plastik, sambil belajar tentang keseimbangan dan tumpuan beban. Kelas 3 bergantian mengintip mikroskop untuk melihat struktur awal embrio ayam, dari bintik jantung hingga pembuluh darah yang halus. Kelas 4 mengukur gaya dengan neraca pegas, bidang miring, dan katrol, dan menemukan bagaimana pesawat sederhana mempermudah pekerjaan manusia. Kelas 5 membuat diorama rantai makanan rumput, belalang, katak, ular, dan elang, lalu mensimulasikan apa yang terjadi jika satu mata rantai hilang. Kelas 6 meniup air kapur melalui sedotan dan membuktikan adanya karbon dioksida dalam napas mereka, dengan gelas kontrol sebagai pembanding.


SMP: Mengamati dengan Lebih Presisi


Di jenjang SMP, praktikum bergeser ke pengamatan laboratorium yang lebih teliti. Kelas 7 menyaksikan air berwarna "memanjat" tisu melawan gravitasi, sebagai pintu masuk memahami adhesi, kohesi, dan kapilaritas. Kelas 8 menguji kandungan amilum, protein, dan glukosa pada tempe, nasi, kentang, margarin, dan pisang menggunakan reagen Lugol, Biuret, dan Benedict. Kelas 9 menjadi "detektif dapur", menguji keberadaan boraks pada bakso dan mi dengan dua indikator alami: kunyit dan kol ungu. Selain melatih keterampilan uji kualitatif, kegiatan ini menumbuhkan kepedulian siswa terhadap keamanan pangan.


SMA: Dari Mikroskop ke Bioteknologi


Di jenjang SMA, praktikum mencapai tingkat mikroskopis dan merambah bioteknologi terapan. Kelas 10 mengamati struktur jamur tiram, kuping, merang, dan kancing dengan kaca pembesar, mulai dari tudung, bilah, tangkai, hingga miselium. Kelas 11 membuat preparat basah epidermis bawang merah secara mandiri dan mengamati dinding sel, sitoplasma, dan inti sel di bawah mikroskop cahaya. Kelas 12 menutup rangkaian dengan membuat tape singkong, sebagai bukti nyata proses respirasi anaerob yang mereka pelajari menjelang ujian akhir. Bahan Sehari-hari, Pelajaran Seumur Hidup Sebagian besar bahan yang digunakan berasal dari kehidupan sehari-hari: balon, air kapur, kunyit, kol ungu, tempe, bawang merah, singkong, dan ragi. Pilihan ini menjaga biaya laboratorium tetap efisien, sekaligus membawa pesan penting bagi siswa: sains tidak terkunci di dalam laboratorium. Sains terjadi di sekitar kita, setiap hari.


Dilihat dari bidangnya, praktikum edisi ini paling banyak menyentuh Biologi (31%), disusul Kimia (23%), Teknologi (19%), Fisika (15%), dan Matematika (12%). Sebagian besar praktikum melibatkan lebih dari satu bidang sekaligus, sejalan dengan semangat pembelajaran STEM yang terpadu.


Sedang Berlangsung: 13 + 5 Proyek Penelitian Siswa


Di luar praktikum kelas, laboratorium Al-Amjad juga sedang sibuk dengan jenis sains yang lebih menantang. Tiga belas tim SMA dan lima tim SMP tengah menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI), masing-masing berangkat dari persoalan nyata di sekitar mereka, mulai dari mengolah limbah menjadi bahan bermanfaat, menjernihkan air, hingga mengembangkan produk perawatan berbahan alami. Hasil penelitian mereka akan kami bagikan pada edisi mendatang. Terima kasih kepada tim laboratorium serta seluruh wali kelas dan guru mata pelajaran yang telah mendampingi setiap sesi praktikum.


Baca Majalah Al-Amjad edisi Oktober 2026 selengkapnya di sini:


 
 
 

Comments


Logo Perguruan Islam Al-Amjad, Yayasan Haji Hasballah Yunus

YAYASAN HAJI HASBALLAH YUNUS

PERGURUAN ISLAM AL-AMJAD

Jl. Merpati No. 81 (Ringroad)

Kel. Sei Sikambing-B Kec. Medan Sunggal

Kota Medan 20122

061 4256 5253

061 4208 5547

0811 682 7787

  • facebook
  • youtube
  • instagram

Copyright 2026. Yayasan Haji Hasballah Yunus - Perguruan Islam Al-Amjad. All Rights Reserved.

bottom of page