
Perguruan Islam Al-Amjad tidak lahir dari rapat dewan direksi. Ia lahir dari keputusan seorang pengusaha yang, di penghujung perjalanan bisnisnya, memilih ketenangan batin. H. Hasballah Yunus menghabiskan bertahun-tahun dalam dunia ekspor kopi — penuh kalkulasi untung-rugi, ketidakpastian pasar, dan tekanan bisnis yang tidak pernah benar-benar berhenti. Sampai suatu titik, beliau memilih jalan yang berbeda: mendirikan sekolah Islam. Bukan karena ini lebih mudah — justru sebaliknya. Tapi karena ini lebih bermakna.
Pada 2010, beliau mulai membangun. Dua gedung pertama berdiri di atas lahan di Jalan Merpati, Medan Sunggal: gedung TK dua lantai dan gedung utama lima lantai. H. Hasballah Yunus hadir setiap hari di lokasi — bekerja bersama para tukang, mengontrol setiap proses pembangunan dari dekat. Prinsipnya sederhana: apa yang dibangun dengan perhatian penuh akan dijaga dengan sepenuh hati.
Selama enam tahun, pembangunan dilakukan dengan cermat. Baru pada 2015 perekrutan guru dimulai dan perizinan sekolah diproses — semuanya menunggu sampai benar-benar siap. Al-Amjad resmi beroperasi pada 2016, membuka jenjang PG-TK, SD, dan SMP. Kepercayaan masyarakat yang terus bertumbuh mendorong dibukanya SMA pada 2019.
Sejak itu, Al-Amjad terus berkembang. Convention Hall dibangun pada 2018. Masjid tiga lantai selesai pada 2020. Gedung SMA empat lantai berdiri pada 2022. Dan pada 2026, revitalisasi lapangan dan fasilitas kembali dilakukan — semua dengan semangat yang sama sejak awal: membangun yang terbaik, tidak terburu-buru.
H. Hasballah Yunus kini menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan. Hingga hari ini, beliau tetap hadir — mengontrol, memperhatikan, dan memastikan bahwa apa yang dibangunnya bukan sekadar gedung, melainkan sebuah legacy untuk semua.
Tentang Yayasan
Perguruan Islam Al-Amjad berada di bawah naungan Yayasan Haji Hasballah Yunus — sebuah yayasan keluarga yang didirikan dengan satu tujuan: menciptakan lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan dan bermakna.
Al-Amjad adalah satu-satunya institusi yang dikelola yayasan ini. Bukan karena keterbatasan, melainkan karena pilihan — agar seluruh perhatian, sumber daya, dan komitmen terpusat pada satu tempat yang benar-benar dijaga.
Yayasan ini bukan sekadar entitas hukum di atas kertas. Ia adalah wujud dari sebuah niat: bahwa pendidikan Islam yang baik adalah warisan terbaik yang bisa ditinggalkan.
Visi dan Misi
Visi Al-Amjad adalah mewujudkan generasi berkarakter dan berpengetahuan yang rahmatan lil 'alamin.
Misi Al-Amjad adalah:
-
Mendirikan dan mengelola lembaga pendidikan Islam secara profesional dan berstandar tinggi;
-
Menyediakan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkarakter, kompeten, dan berpengetahuan luas;
-
Mendorong inovasi dalam kurikulum dan pembelajaran;
-
Menyediakan fasilitas, sarana, dan prasarana yang bermanfaat dan fungsional untuk pendidikan;
-
Mengembangkan kemitraan strategis dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri.
_edited.png)
.png)
Pembelajaran
Al-Quran
Wafa adalah metode pembelajaran Al-Qur'an unggulan yang digunakan di seluruh jenjang Al-Amjad. Dengan pendekatan yang mengoptimalkan potensi otak kanan, Wafa dirancang agar proses membaca, menulis, memahami, dan menghafal Al-Qur'an terasa menyenangkan dan bermakna — bukan beban.
Hasilnya: anak-anak tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil, tetapi juga mencintainya sejak dini.
STEM Learning
STEM — Science, Technology, Engineering, and Mathematics — bukan program tambahan di Al-Amjad. Ini bagian dari cara kami mengajar sehari-hari.
Melalui eksperimen, proyek lintas mata pelajaran, dan eksplorasi teknologi yang kontekstual, siswa dilatih untuk berpikir kritis, bekerja secara kolaboratif, dan menemukan solusi nyata atas permasalahan di sekitar mereka. Pendekatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu yang terjaga, kemandirian belajar, dan kesiapan menghadapi dunia yang terus berubah.


Pelaksanaan Ibadah
Di Al-Amjad, pembinaan ibadah bukan mata pelajaran tersendiri — ia menyatu dalam keseharian sekolah.
Setiap siswa dibimbing dalam pelaksanaan ibadah, baik di lingkungan sekolah maupun melalui pembiasaan yang kami jaga kesinambungannya bersama orang tua di rumah. Tujuannya satu: membentuk kebiasaan spiritual yang tulus dan konsisten, bukan sekadar formalitas.
Kami berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kuat, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Literasi dan
Numerasi
Al-Amjad membangun budaya literasi dari hal-hal yang paling dekat dengan siswa: pojok baca di setiap kelas, koleksi perpustakaan yang terus bertumbuh, dan jadwal membaca rutin yang terstruktur. Siswa juga dibiasakan menulis — jurnal refleksi, karya tulis sederhana — sehingga kemampuan berpikir kritis dan mengungkapkan gagasan tumbuh secara alami dalam keseharian.
Hal yang sama berlaku untuk numerasi.
Pembelajaran matematika di Al-Amjad tidak berhenti di rumus dan hafalan — ia dikembangkan melalui aktivitas kontekstual dan pemecahan masalah nyata, sehingga siswa tidak hanya memahami konsep tetapi juga terbiasa menggunakannya untuk berpikir logis dan mengambil keputusan.
.png)
"Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Ia adalah amanah — amanah untuk mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat.
Al-Amjad lahir dari keyakinan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang benar-benar membentuk manusia — bukan hanya mempersiapkan mereka untuk ujian, tapi untuk kehidupan. Selama hampir satu dekade, kami terus bergerak: memperbaiki kurikulum, mengembangkan guru, membangun fasilitas, dan yang paling utama — menjaga kepercayaan orang tua yang telah menitipkan putra-putri terbaik mereka kepada kami. Ini bukan pekerjaan yang selesai. Ini adalah komitmen yang terus diperbarui setiap hari."
Fadhullah, SE, MM
Ketua Yayasan Haji Hasballah Yunus