• Al-Amjad

Bersahabat - One Station with Friends

“Dibumi yang telah gersang tumbuh pepohonan subur …” Diibaratkan orang – orang yang bersahabat karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.



“Amiin…”Kata – kata inilah yang selalu kita ucapkan jika mendengar doa – doa tentang kebaikan, baik itu dari sahabat, orang tua, guru maupun siswa. semua orang mungkin bertanya – tanya apa sih maksud dari one station with friends?


Stasiun yang dimaksud disini bukanlah stasiun untuk travelling bersama sahabat , melainkan stasiun – stasiun tahajjud, stasiun sedekah stasiun doa stasiun wakaf dan stasiun beramal soleh lainnya yang sampai pada akhirnya akan berjumpa di stasiun Jannatunnaim…”


Sahabat diambil dari bahasa arab yang berasal dari 3 huruf yaitu بَ حَ صَ , yang artinya selalu bersama, sementara tidak mungkin kita terus bersama dengan segala aktivitas dan tugas yang kita jalani.


Kenapa kita harus bersahabat?


Semua mungkin sudah pernah mendengar cerita ini, tapi tiada bosan untuk selalu mengingatkan kembali kepada para sahabat akan kisah yang penuh makna pada zaman Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam, tapi rupanya ada seorang berkulit hitam memeluk Nabi kuat – kuat, Nabi bertanya, kenapa kau memelukku? Karena aku yakin tidak akan berjumpa lagi dengan mu ya Rasulullah…, engkau Nabi, sedangkan aku tidak.


Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam, bersabda :

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

Hadis tersebut adalah hadis sahih Riwayat Bukhari (6169) dan Muslim (2640) dari Ibnu Mas'ud.


Sahabat adalah yang selalu mengingatkan kita, di ingatkannya kita untuk solat tahajjud, diingatkan nya kita untuk mengaji, diingatkannya kita jangan menceritakan aib orang lain, diingatkannya kita tentang dunia yang tidak akan lama ini. Begitulah sahabat, oleh sebab kalau kita sayang pada seseorang doakanlah dia, baik itu di depannya ataupun secara diam-diam itulah sebuah tanda ketulusan hati.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :


وَتَوَاصَوْاْ بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْاْ بِالصَّبْرِ


Saling menasehatilah kalian dengan kebenaran dan saling menasehatilah dengan kesabaran.” (Q.S: Al-Ashr Ayat 3)


Dalam sebuah Sya’ir arab disebutkan “Sohibuka man Abkaka Laa man Adhakaka’….

Sahabatmu adalah orang yang mau menangis bersamamu dan bukan yang menertawakanmu.


Oleh sebab itu, apakah penting memilih sahabat? Jelas sekali.’ Pilihlah sahabatmu yang akan sama sama berjumpa denganmu disatu stasiun Jannatun Naim…”


Dan sahabat yang paling sempurna adalah Al-Quranul Karim


Wallahu a’lam


Sumber Referensi:

Al-Qur’anul Karim

Kitab Al-Mahfuzhot, bil Ma’hadil ‘ashri ‘DARUL HIKMAH’


Oleh : Sri Handayani Hrp S.Pd.