• Admin

Blended Learning, Pemecah Kebosanan Belajar Daring


Ibarat bayi yang terus tumbuh, begitu pula strategi pembelajaran harus terus berkembang. Perumpamaan tersebut merupakan gambaran bagaimanapun kondisi dan situasi yang terjadi, pendidikan harus tetap berjalan dengan baik. Serupa halnya dengan sistem pembelajaran di Al-Amjad yang terus mengupayakan pengembangan inovasi untuk tetap dapat mempertahankan kualitas dan eksistensi di masa pandemi. Blended learning adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Al-Amjad dalam penerapan pembelajaran saat ini.


Salah satu metode pembelajaran yang sudah pernah dilaksanakan adalah pembagian Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Namun, di tahun ajaran ini terdapat pengembangan konsep pembagian LKPD tersebut. Untuk lebih memaksimalkan program pendidikan serta peningkatan prestasi akademik anak, Al-Amjad membuat jadwal pengambilan dan pengembalian Lembar Kerja.


Lembar Kerja yang dibagikan akan digunakan dalam setiap proses pembelajaran karena berisi materi dan tugas-tugas interaktif yang dipadukan dengan buku pelajaran anak. LKPD ini juga difungsikan sebagai media belajar luring ketika guru telah selesai menyampaikan pembelajaran secara daring. Namun, bukan tidak mungkin jika guru mengombinasikan pula metode belajar dengan mengarahkan anak menjawab langsung soal LKPD dalam situasi belajar dan kelas daring.


Peserta didik diwajibkan ikut serta dalam pengambilan LKPD di sekolah. Penjadwalan kedatangan anak tersebut melalui protokol kesehatan yang ketat dipandu oleh Satgas Al-Amjad. Tujuan pengikutsertaan anak-anak tersebut adalah untuk ikut dalam rangkaian pengujian kompetensi mereka secara lisan, melakukan refleksi perkembangan pembelajaran, dan membiasakan diri bergabung dengan kultur sekolah.


Setiap anak yang ingin mengambil Lembar Kerja harus antre sesuai dengan urutan kedatangan. Saat giliran tiba, mereka akan mengikuti uji materi secara lisan. Pertanyaan yang diberikan berasal dari materi sebelumnya yang sudah dipelajari. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih daya ingat dan mengasah kemampuan anak dalam memahami materi yang diajarkan.


Proses pengujian kompetensi secara lisan juga memberikan peluang kepada peserta didik melatih kecakapan berbicara dan kepercayaan diri merespon lingkungan sosialnya. Pemikiran tentang program ini dicanangkan oleh tim pengembangan pembelajaran di Al-Amjad sebagai solusi inovasi pembelajaran agar tidak monoton dan menurunkan minat belajar anak.


Konsep pembagian LKPD terbagi menjadi dua, yaitu pembagian LKPD kertas dan LKPD berupa bahan praktik. Dua konsep ini menitikberatkan pada keharusan sekolah dalam menumbuhkan potensi anak di segala aspek berupa kognitif dan juga psikomotorik anak. Bahan yang dikirim kepada anak berupa media ataupun alat peraga pendukung praktik pembelajaran.


Program perpaduan pembelajaran antara belajar daring, pembagian LKPD teori dan bahan, uji kompetensi lisan, serta metode lainnya ini yang dinamakan blended learning di Al-Amjad. Blended learning Al-Amjad tidak akan berjalan maksimal tanpa kerja sama anatara pihak sekolah dengan orang tua dalam mengawasi proses belajar anak. Keberhasilan sekolah dalam proses pencapaian hasil belajar dan perkembangan anak merupakan tolok ukur matangnya persiapan menyambut pembelajaran tatap muka di sekolah yang akan datang.