• Al-Amjad

Ciptakan Sekolah Aman tanpa Bullying

Bullying merupakan tindakan mengintimidasi dan memaksa seorang individu atau kelompok yang lebih lemah untuk melakukan sesuatu diluar kehendak mereka, dengan maksud untuk membahayakan fisik, mental atau emosional melalui pelecehan dan penyerangan.

Bentuk yang paling umum dari bentuk penindasan atau bullying di sekolah adalah pelecehan verbal, yang bisa datang dalam bentuk ejekan menggoda atau meledek dalam penyebutan nama. Jika tidak diperhatikan, bentuk penyalahgunaan ini dapat meningkat menjadi teror fisik, seperti menendang dan tindakan lainnya.


Penyebab anak-anak melakukan bullying di sekolah


Pelaku memulai bullying di sekolah pada usia muda, dengan melakukan teror pada anak laki-laki dan perempuan secara emosional. Anak mengganggu karena berbagai alasan. Biasanya karena mencari perhatian dari teman sebaya dan orang tua mereka, atau juga karena merasa penting dan memegang kendali. Banyak juga tindakan bullying di sekolah disebabkan karena meniru tindakan orang dewasa atau dari program televisi.


Efek dari bullying di Sekolah


Penindasan memiliki efek jangka panjang pada korban dan si penindas itu sendiri. Bagi korban, perlakuan tersebut dapat menghilangkan rasa percaya diri, serta memicu kecenderungan putus sekolah atau bahkan memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Dan untuk pelaku bullying, efeknya adalah menjadi kebiasaan, meningkatkan ego serta menjadi orang dewasa yang kejam atau bahkan menjadi seorang penjahat.


Cara melindungi diri dari bullying


1. Menumbuhkan rasa percaya diri

Salah satu cara untuk mencegah bullying adalah berjalan dengan tegak, penuh percaya diri dan tidak menunduk. Kemudian menunjukkan bahwa kamu memiliki pribadi yang tegas dan melihat orang-orang disekitar. Sikap ini mencerminkan kamu punya rasa percaya diri dan tidak mudah untuk dijadikan target atau korban bully.


2. Menggunakan suara keras atau berteriak

Jika suatu saat kamu mengalami intimidasi dari teman-teman atau lingkungan sekitar, gunakan suara yang kuat dan tegas untuk meredakan situasi dan melawan mereka agar mereka mundur dan tidak menekan atau menindasmu.


3. Melaporkan kepada guru dan orangtua

Bila kamu merasakan sesuatu yang kurang enak atau tidak nyaman, lebih baik minta pada guru, wali kelas atau orangtua untuk memperketat dan meningkatkan pengawasan di sekolah maupun di luar sekolah. Dengan demikian tindakan bullying bisa cepat teratasi dan terhindari.



Semoga ulasan ini bisa bermanfaat untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan atau bullying terhadap siapapun juga. Jadilah seorang yang rendah hati, terbiasa meminta maaf dan bersikap baik terhadap orang lain.


"Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wainta yang lain ( karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertaubat, maka mereka itu adalah orang yang zalim". – (QS Al Hujurat: 11)