top of page
  • Writer's pictureAl-Amjad

Eduventure.

Bukan hal baru jika Al-Amjad mengadakan pembelajaran di luar kelas. Salah satu bentuk kegiatannya, ada pada field trip yang selalu diadakan tiap tahun ajaran. Namun, yang berbeda dengan konsep belajar SMP Al-Amjad kali ini adalah wisata edukasi bernama “Eduventure”.


Educational Adventure atau disingkat dengan nama “Eduventure” dilakukan sebagai langkah memberikan pengalaman belajar yang nyata kepada peserta didik melalui petualangan edukasi di negara asing. Selama 4 hari berkunjung ke Singapura dan Malaysia, peserta didik disuguhkan pembelajaran menarik dalam mengenal sejarah, kebiasaan hidup di negara tetangga, cara belajar di sekolah dan kampus yang dikunjungi.


Study tour yang dilaksanakan pada 4-7 September 2023 ini digagas sebagai langkah memperkaya pengalaman belajar peserta didik tidak hanya dari guru dan buku di kelas. Peserta didik juga dapat melakukan dialog bermakna dengan warga dan pelajar asing agar semakin mengasah dirinya agar menjadi individu yang berwawasan luas.



MENELUSURI KOTA TUA DI MELAKA


Salah satu wisata sejarah yang menarik perhatian adalah ketika pertama kali menginjakkan kaki di sebuah kota tua berjajar bangunan berwarna merah yang indah atau disebut dengan “Red Square”. Melaka, adalah sebuah kota di Malaysia yang memiliki nilai sejarah yang sangat banyak karena kota ini dahulu dijajah oleh tiga negara yaitu Portugis, Belanda dan Inggris. Tempat bersejarah yang dinobatkan sebagai Kota Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2008 ini, menjadi salah satu destinasi wisata favorit Malaysia. Sejumlah bangunan sejarah di kota ini berdiri kokoh sampai sekarang karena adanya larangan merusak atau membongkar bentuk aslinya.


“THE FINE CITY”


Singapura dikenal dengan sebutan “the fine city”. Dalam perjalanan hari kedua peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi “Kota Denda” ini. Banyak pelajaran yang didapatkan dan hampir setiap penjelasan mengenai negara ini membuat semua tercengang. Mengapa?


Setiap Tindakan di dalam negara ini sudah diatur dan menerapkan hukum yang ketat. Tidak heran jika suasana yang tercipta benar-benar aman dan nyaman. Salah satu contoh kecil yang didapatkan oleh peserta didik adalah larangan makan dan minum di dalam bus. Alasan peraturan tersebut adalah untuk menghindari tumpahan yang tidak perlu dan kecelakaan. Bus perjalanan harus senantiasa bersih dan rapi. Setiap kursi dalam bus juga disediakan kantong sampah. Meskipun peserta didik harus rela menahan lapar selama di perjalanan menggunakan bus, tetapi mereka cukup senang karena menerima ilmu baru yang sangat berbeda penerapannya di Indonesia.



Kunjungan berikutnya yang paling penting adalah ke salah satu kampus besar yaitu Singapore University of Social Science (SUSS). Disambut hangat oleh mahasiswanya dan lingkungan kampus benar-benar menggambarkan suasana belajar yang terasa nyaman ketika berada di dalamnya. Peserta didik diajak ke kelas untuk mendengarkan penjelasan terkait pengenalan seputar SUSS.


Melalui kunjungan ini, peserta didik diberikan ruang untuk bertanya jawab dengan mahasiswa dan mengasah kemahiran berbahasa Inggris di negara yang memang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar percakapan sehari-hari.


Setelah mengenal seputar SUSS di dalam kelas, peserta didik diajak berkeliling melihat pembelajaran serta sarana dan prasarana kampus. Suasana belajar di setiap sudut kampus benar-benar tenang, tidak ada suara ataupun kebisingan yang terdengar dari orang-orang yang mengobrol, barisan mahasiswa yang sedang berjalan ramai-ramai juga terlihat rapi tidak menimbulkan keriuhan, dan seluruh kampus diwarnai dengan segala aktivitas pendidikan bahkan di tempat makan juga sudah penuh dengan mahasiswa yang sibuk dengan buku dan laptopnya.



Kunjungan ke Singapura ditutup dengan wisata ke Merlion Park dan Gardens by The Bay yang menambah kesan sempurna tentang keindahan negara yang dikunjungi.


BELAJAR DI MALAYSIA


Eduventure ini bukan hanya tentang jalan-jalan, melainkan pembelajaran yang dialihkan ke luar kelas. Hari ketiga dan keempat dalam perjalanan belajar kali ini peserta didik kembali ke Malaysia untuk berkunjung ke sekolah dan kampus di sana.


Berkunjung ke sekolah Alnoor Internasional School memberikan pengalaman belajar dan persahabatan yang hangat. Penerimaan kunjungan yang sangat ramah dimulai dari depan gerbang sekolah sampai masuk ke ruang pertemuan.



Peserta didik mendapatkan kesempatan belajar layaknya pelajar yang ada di sekolah tersebut. Berbaur dengan beberapa pelajar di sana, peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok belajar yang menyenangkan. Terdapat pula beberapa guru asal AIS (Alnoor Internasional School) yang membimbing jalannya pembelajaran. Ada yang belajar tentang matematikan menggunakan media pembelajaran dan ada pula yang belajar melalui metode diskusi dengan teknik sambung kata. Beberapa peserta didik diberi kesempatan bertanding futsal dengan tim futsal yang ada di sekolah tersebut. Pertandingan persahabatan tersebut sangat memberi kesan di hati mereka.


Hingga pada hari keempat, sampailah rombongan berkunjung ke Universiti Kuala Lumpur atau UniKL. Walaupun mereka berkunjung ke tempat kuliahan, namun tak kalah menariknya ilmu yang didapatkan. UniKL memiliki 12 bagian kampus dengan spesialisasi berbeda yang tersebar di beberapa daerah Malaysia. Uniknya, kampus yang dikunjungi peserta didik kali ini berada di dalam pusat perbelanjaan. Fakta menarik dari alasan mendirikan kampus di dalam mall adalah penyesuaian jurusan dengan penerapannya di lapangan. Kampus tersebut adalah UBIS dan UNIKL MIIT. UBIS adalah bagian dari UniKL bidang Accounting, Enterpreneurship, dan Islamic Finance yang mahasiswanya diharapkan mampu terjun dan melakukan observasi secara nyata di lapangan sesuai bidangnya tersebut. Sedangkan UNIKL MIIT merupakan kampus UNIKL bidang Information Technology, Multimedia dan Animation. Peserta didik semakin antusias belajar ketika mendengar bahwa salah satu alumni mahasiswa jurusan Multimedia di kampus ini berkecimpung dalam produksi film animasi “Ipin Upin” yang banyak digemari anak-anak.



MENJADI VLOGGER EDUKASI, ASAH KEMAMPUAN REFLEKTIF PESERTA DIDIK


Sebuah pembelajaran tanpa refleksi akan menjadi hal yang sia-sia dan mudah terlupakan. Oleh karena itu, dalam perjalanan kali ini peserta didik telah ditugaskan untuk membuat mini vlog seputar pelajaran yang didapatkan selama melakukan wisata edukasi mancanegara.

Tugas dalam bentuk mini vlog ini akan memudahkan dan memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk mengungkapkan cerita pemahaman mereka berbentuk narasi perjalanan dan proses refleksi tentang makna perjalanan yang didapatkan menggunakan teknologi digital yang dekat dengan keseharian mereka.



Melalui kegiatan Eduventure ini, terdapat tujuan pembelajaran yang diharapkan mampu dicapai oleh peserta didik. Praktik ilmu sosial, Seni, Budaya, dan Keberagaman Bahasa akan mengajarkan anak-anak betapa pentingnya menjadi individu yang memiliki wawasan luas sampai luar negara. Perjalanan ini juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif murid, dan memperkaya proses belajar serta pengetahuan yang baru.

Comments


bottom of page